Kompas Online


Kamis, 8 Agustus 1996

Membeli Komputer, Teliti Sebelum Membeli

KOMPUTER saat ini memang sangat dibutuhkan sebagai alat bantu untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan hampir semua bidang. Ini yang disadari benar oleh produsen maupun para penjual komputer, sehingga pasaran dibanjiri berbagai merek dan jenis komputer.

Belantara komputer yang seperti inilah yang membingungkan konsumen. Keawaman konsumen tentang komputer membuat konsumen kurang memahami apa yang sebenarnya diperlukan, komputer seperti apa yang harusnya dibeli dan apakah bisa memenuhi kebutuhan untuk waktu yang cukup lama?

Ini masih ditambah pelayanan purna jual yang seringkali tidak memuaskan. Dengan tidak dipenuhinya hak konsumen untuk mendapatkan barang yang layak, sesuai dengan yang sudah dibayar, serta hak mereka untuk mendapatkan ganti rugi, nampak bahwa motivasi pengusaha hanyalah untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dan secepat-cepatnya.

Empat kasus yang telah dialami dan diceritakan oleh konsumen komputer di rubrik Advokasi Konsumen di halaman ini, hanyalah sebagian dari banyak kasus-kasus serupa yang tidak sempat terungkap.

Teliti dulu

Lemahnya posisi tawar konsumen, bagaimanapun terjadi setelah konsumen melepas sejumlah uangnya kepada penjual. Sebelum itu, tentu saja masih mempunyai hak untuk memilih dan memutuskan membeli atau tidak. Belajar dari banyaknya kasus yang sudah terlanjur terjadi, konsumen baru sadar bahwa posisi tawar mereka lemah justru setelah adanya keluhan-keluhan.

Karena konsumen adalah pihak yang akan menderita kerugian jika terjadi kasus setelah transaksi, maka konsumen jugalah yang seharusnya mampu mencegah dan melindungi diri sendiri agar tidak mengalaminya dengan tetap teliti sebelum membeli. Kelemahan-kelemahan posisi tawar konsumen setelah membeli komputer, bisa diantisipasi dan diperkecil resikonya jika konsumen memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Tidak seperti barang konsumen lain yang juga mahal seperti mobil, televisi dan lain-lain, industri komputer sudah kadaluarsa. Belilah komputer sesuai dengan kemampuan. Jangan terlalu terpengaruh dan cemas dengan kemajuan piranti keras dan lunak dari komputer. Jangan memaksakan diri membeli komputer baru bila harganya tidak sebanding dengan mamfaat yang akan diperoleh.

2. Kumpulkan informasi dari berbagai sumber atau literatur sebanyak mungkin. Untuk menelaah merek dan model yang ada di satu toko, bisa membutuhkan waktu yang lebih dari satu jam untuk mencatat harga dan spesifikasi yang ada. Anda akan lebih banyak menghemat waktu untuk lebih banyak informasi jika ada waktu untuk mengevaluasi brosur. Tulis nama toko dan harganya di dalam tabel, sehingga kita tinggal memilihnya.

3. Jika Anda berinisiatif membandingkan beberapa toko, persiapkan peralatan menulis dan luangkan waktu beberapa hari untuk melakukannya. Jika memungkinkan, kunjungilah toko pada sore hari di luar Sabtu dan Minggu. Pertokoan biasanya tidak begitu penuh dibandingkan hari Sabtu atau Minggu sehingga pramuniaga atau sales akan mempunyai waktu lebih untuk menjawab pertanyaan.

4. Jika Anda merasa awam dengan dunia komputer sedangkan Anda merasa membutuhkannya, mintalah bantuan dan rekomendasi dari seseorang yang tahu komputer mengenai merek, jenis, dan tokonya.

5. Lihat dan pelajari terlebih dahulu produk yang akan dibeli sebelum memutuskan membelinya. Pergilah ke toko komputer dan tanyakan segala sesuatunya. Perhatikan apakah ada garansi yang diberikan oleh perusahaan maupun oleh penjual. Sebelum memesan, tanyakan kepada penjual jika ada kalimat "tidak bisa ditukar atau dikembalikan". Tanyakan juga, kebijaksanaan perusahaan tentang jenis kerusakan dan suku cadang yang dijamin selama garansi.

(Mohamad Yani, bidang pendidikan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia)



| Berita Utama | Opini | Ekonomi | Politik | Luar Negeri | Metropolitan | Hukum | Olah Raga | Ilmu & Teknologi |
| Daerah | Hiburan | Nama & Peristiwa | Pendidikan & Kebudayaan | English | Kontak Redaksi | Welcome |